Foto: H. Yudi Patria Negara, S.T. M.M.
Sumbawa Besar, NTBInsider | Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah duet kepemimpinan Bupati Syarafuddin Jarot dan Wakil Bupati Mohammad Ansori terus menggeliat membangun. Salah satunya, dalam waktu dekat akan menyulap Gedung Wanita menjadi Mall Pelayanan Publik (MPP) yang terintegrasi dengan berbagai pelayanan dalam satu atap.
Gedung Wanita yang berlokasi di Jalan Diponegoro, sejak keberadaannya acapkali digunakan sebagai tempat pertemuan, khususnya acara resepsi pernikahan lantaran tempatnya representatif dan strategis. Tapi kini, bangunan yang dibangun pada era Bupati Yakub Kuswara itu, terkesan kurang cocok untuk acara-acara tersebut.
Kondisi ini membuka terobosan baru Pemkab Sumbawa untuk menyulap Gedung Wanita dijadikan tempat pelayanan publik satu atap.
Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap (DPMPTSP), Yudi Patria Negara menjelaskan, Mall Pelayanan Publik (MPP) sebagai wujud integrasi berbagai layanan publik dalam satu lokasi.
MPP, kata Yudi yang bergelar S.T. dan M.M, merupakan program nasional yang menggabungkan pelayanan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, hingga swasta, dengan tujuan meningkatkan kecepatan, kemudahan, jangkauan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat dalam mengakses layanan.
Ia menuturkan, seharusnya MPP di Sumbawa sudah berjalan pada 2024, sesuai jadwal. Namun, karena belum tersedia lokasi yang representatif, pelaksanaannya terpaksa ditunda.
“Setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan melaporkan ke Bupati, kami memutuskan menggunakan Gedung Wanita sebagai lokasi MPP permanen. Saat ini pemerintah daerah sedang menyiapkan Detail Engineering Design (DED) untuk gedung tersebut,” ujarnya.
Sambil menunggu kesiapan Gedung Wanita, lanjut Yudi, Pemkab Sumbawa akan membuka MPP sementara di Pasar Brang Bara.
“Keberadaan MPP sementara ini akan didokumentasikan dan dilaporkan ke Kementerian PANRB. Jika sesuai ketentuan, maka kementerian akan memberikan persetujuan untuk soft launching,” pungkasnya.
Menurut Yudi, di MPP nanti akan ada banyak layanan, mulai dari perizinan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, pajak kendaraan, layanan kependudukan, layanan dari Polres Sumbawa, imigrasi, kantor pajak, hingga layanan BUMN dan BUMD. Semuanya terpusat di satu lokasi untuk memudahkan masyarakat.
Setidaknya ada 36 jenis layanan yang dipersiapkan, termasuk fasilitas khusus bagi lansia dan penyandang disabilitas.
“Bupati telah memberikan persetujuan agar pelayanan awal dimulai di Brang Bara, sebelum nantinya beralih ke Gedung Wanita yang saat ini masih dalam tahap persiapan. Pemkab kini fokus menyiapkan sarana prasarana di lokasi sementara agar MPP dapat segera beroperasi dan memberikan kemudahan bagi masyarakat,” tutup Yudi. (ni)







