NTBInsider, Lombok Tengah – Kepala SMAN 1 Jonggat, Mazhab, merespons rencana siswa melanjutkan aksi ke Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi NTB untuk menuntut dirinya mundur dari jabatan. Ia meminta siswa lebih fokus belajar karena sejumlah tuntutan terkait fasilitas sekolah disebut telah dipenuhi atau sedang dalam proses pembenahan.
“Untuk apa (ke Dinas,red) kan semua tuntutannya semua dipenuhi, kecuali tuntutannya di tolak,” kata Mazhab kepada media, Selasa (11/8).
Meski demikian, Mazhab mengatakan tidak dapat membatasi hak siswa maupun pihak lain untuk menyampaikan aspirasi. “Jangan juga menganggap semua orang ingin menduduki jabatan misalnya, Jangan juga menganggap orang ingin berlama-lama (menjabat), keliru juga kita,” katanya.
Mazhab menyarankan siswa lebih fokus menjalankan tugas utama mereka, yakni belajar, daripada melakukan aksi ke Disdikpora. Imbas demonstrasi yang berlangsung di sekolah pada Senin (10/8), kegiatan pembelajaran pada Selasa dilakukan dari rumah dengan materi tetap dikirimkan oleh guru.
“Hari ini tidak diliburkan, tapi belajar dari rumah bapak ibu guru tetap mengirimkan materi pembelajaran,” tandasnya.
Di sisi lain, sejumlah guru disebut telah menandatangani mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Mazhab dengan alasan menjaga masa depan sekolah. Menanggapi hal tersebut, Mazhab mengatakan penyampaian aspirasi merupakan hak setiap orang selama dilakukan sesuai prosedur.
“Boleh, itu hak guru tidak ada yang membatasi hak orang, mau petisi mau menurunkan boleh yang penting prosedural saja,” katanya.
Mazhab menjelaskan pembangunan dan rehabilitasi sejumlah fasilitas di sekolah masih dalam proses pembenahan. “Kecuali kalau kita tidak melihat prosesnya mungkin kepala sekolahnya membual, kepala sekolahnya mendongeng,” katanya. (**)







