Foto Ist. Kadis Damkarmat Lobar, Suherman
NTBInsider, Lombok Barat – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lombok Barat (Lobar) mencatat 88 peristiwa kebakaran hingga Juni 2026. Jumlah tersebut telah melampaui total kasus kebakaran sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 77 peristiwa, dengan kejadian tahun ini dipengaruhi faktor cuaca dan kelalaian manusia.
“Setelah kita evaluasi, tren kejadian kebakaran yang ada di Lombok Barat tahun ini meningkat,” ujar Kadis Damkarmat Lobar, Suherman, saat ditemui di kantornya, Selasa (11/08/2026).
Suherman mengatakan, selain faktor alam yang dipengaruhi musim kemarau, sejumlah kebakaran juga disebabkan kelalaian manusia, salah satunya kebiasaan membakar sampah tanpa pengawasan. Kondisi cuaca pada masa peralihan juga dinilai meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.
“Mungkin juga disebabkan kondisi cuaca, dari BMKG, dari BPBD memang cuaca perubahan (peralihan, Red) ini sangat rawan (menyebabkan kebakaran),” imbuhnya.
Objek kebakaran yang ditangani Damkarmat Lobar tidak hanya berupa permukiman warga, tetapi juga lahan. “Hampir merata kejadian kebakaran ini, rumah dan lahan. Tapi lahan yang kami maksud itu bukan lahan produktif, kebun,” pungkasnya.
Sejumlah kejadian juga menimbulkan dampak terhadap masyarakat, di antaranya kebakaran besar yang terjadi di salah satu pondok pesantren di wilayah Lembar dan kebakaran rumah di wilayah Presak, Narmada. Kebakaran di Presak tersebut mengakibatkan 21 warga menjadi korban dan harus mengungsi. (Yud-Ni)







