Suasana di Taman Loang Baloq di sore hari. (NTB Insider/Foto)

NTBInsider, Mataram – Tingkat kunjungan wisatawan ke Taman Hiburan Rakyat (THR) Loang Baloq, Kota Mataram, menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra, menyebut berkurangnya penyelenggaraan event akibat efisiensi anggaran menjadi salah satu faktor penurunan kunjungan.

Cahya mengatakan pada tahun-tahun sebelumnya berbagai agenda pariwisata rutin digelar di Loang Baloq. Namun, kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat menyebabkan sebagian besar kegiatan tersebut ditiadakan pada 2026.

“Memang kita lihat di Loang Baloq perlu ditambah event lagi. Tahun ini, karena ada efisiensi anggaran, jumlah event berkurang sangat drastis,” ujar Cahya, Jumat (4/9/2026).

Sejumlah agenda tahunan yang ditiadakan antara lain Festival Reggae, Sunrise to Sunset, dan Festival Durian. Sementara itu, kegiatan yang masih rutin digelar setiap bulan adalah pertunjukan seni perisai (peresean) pada minggu ketiga setiap bulan.

“Peresean itu rutin kita gelar di minggu ketiga setiap bulan. Mengenai persentase pasti penurunannya, kami belum memegang data yang pasti,” jelasnya.

Cahya menambahkan, berkurangnya event bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi kunjungan. Bertambahnya tempat nongkrong dan kedai kopi (coffee shop) di Kota Mataram membuat pilihan masyarakat untuk bersantai bersama teman atau keluarga semakin beragam.

“Tantangannya sekarang tempat nongkrong makin banyak di Kota Mataram. Ini juga menjadi salah satu faktor penentu, karena pilihan masyarakat semakin beragam. Banyaknya spot nongkrong baru membuat konsentrasi pengunjung tersebar ke berbagai lokasi,” ungkapnya.

Pada APBD Perubahan 2026, Dinas Pariwisata Kota Mataram mengajukan anggaran untuk memperkuat sejumlah kegiatan dan destinasi wisata, tidak hanya THR Loang Baloq.

“Untuk APBD Perubahan, fokus kita menguatkan kegiatan peresean, yoga, Ampenan Heritage Walk, dan pengaktifan Teras Udayana. Empat poin ini yang akan kita perkuat, termasuk program Friday Relax di Teras Udayana,” pungkas Cahya. (Ni-02)